Saturday, July 4, 2009

PLN vs. Kiki Ariady Putra

PLN's dark shadow envelops Jelambar and obscures its residents' vision.
Kiki Ariady Putra predicts PLN's attack and easily dodges.
PLN charges up their electricity.
Kiki Ariady Putra stirs, and rises again!

Saturday, June 27, 2009

A Bit Hyperbole 2

Entah di mana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana kau rindukan aku
Seperti diriku yang slalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Diambil mentah-mentah dari Ari Lasso - Hampa

Sunday, June 21, 2009

Aku dan Komputerku

Huff... hari ini pala gw sakit rasanya, jadi tadi sore tidur nyenyak deh :D Pas bangun ternyata ada update twitter oleh temanku yang isinya kalau dia ada entry baru di blog nya :) Setelah itu saya baca deh blog nya dia. Isinya tentang monitor komputernya yang ga mau nyala karena sudah tua...

Setelah itu saya pun jadi ingin tulis tentang pengalaman gw ama komputer gw :p (yang kadang diisi oleh adegan kekerasan >:) hehehe...)

Hmm, ok, pertama kali aku ada komputer di rumah yaitu pada saat kelas 6 SD. Pada saat itu tidak ada game apa-apa selain game standard dari Windows. Windows 98 waktu itu OS-nya. Pinball aja belon ada waktu itu :p Ya jadi gw klo bosen "main" Control Panel deh :D Alhasil jadi serink error deh komputer gw waktu itu :D Untunk masi dalam masa garansi, jadi bisa serink-serink panggil teknisi tanpa pikir panjank :D O ya, komputerku waktu itu bukan komputer rakitan, jadi sekali beli uda 1 set lengkap, Zyrex merk-nya, Discovery seri nya. Mahal waktu itu harga komputer, kalau saya tidak salah ingat, pada waktu itu (tahun 2000) komputer saya harga nya sekitar 7 juta dengan spec: Pentium III 550 MHz, SD-RAM 64 MB, Audio dan Graphic nya Onboard (ga tau deh berapa spec nya :p). Lalu monitor nya 15", speaker 2.0, mouse bola tipe right handed (sudah 3 tombol + scroll... btw middle click nya unik, ada di sampink, jadi pake jempol klo mau middle click :D), keyboard nya tombol nya masi model "menjulank" :D

Seirink berjalannya waktu, spec seperti itu cepat ketinggalan jaman, padahal sampai sekitar tahun 2001 kebutuhan buat main game palink RAM 16-32 MB, jadi komputer gw masi terbilank bagus waktu itu. Tapi tahun-tahun selanjutnya sudah jelas RAM 64 MB uda benar-benar kecil -_-; dan gila nya gw ga pernah tambah RAM ampe gw masuk kuliah >:) yaitu tahun 2006 :D Jadi selama 6 tahun spec komputer gw ga ada yang berubah >:) dan gw berhasil bertahan dengan RAM 64 MB :)>- dan selama beberapa tahun itu komputer saya banyak menerima "sentuhan-sentuhan" dari saya :p mulai dari diguncang-guncangkan, diketuk-ketuk, dan ditampar >:)

Kemudian pada tahun 2006 itu saya ganti komputer (cuman ganti CPU dan area sekitarnya doank). Hal itu disebabkan karena komputer saya yang sudah 6 tahun itu mati total :D Sebabnya waktu itu karena tiba-tiba komputer tua itu ga bisa nyala lagi. Karena kesal, uda lemot, sekarang ga bisa nyala pula, jadi saya berinisiatif untuk mengubah switch tegangan voltase CPU nya >:) Dari 220 volt saya pindahkan jadi 110 volt, lalu saya colok ke stop kontak (lalu saya lupa apakah saya menekan tombol power atau tidak), yang pasti selanjut nya keluar asap dari CPU nya >:) (pada saat itu di rumah saya lagi sendirian :D) Asap nya banyak, sampe serumah "berkabut" :p dan aroma nya... nyum... sangat tidak sedap :))

Selanjutnya saya tidak ada komputer selama beberapa minggu :D Sampai akhirnya dibperbolehkan untuk membeli komputer (hore :D). Waktu itu saya ditemani oleh teman saya untuk memilih komputer, karena saya tidak berpengalaman sparepart mana yang bagus mana yang tidak, dan pasaran harganya juga saya ga tau. Akhir kata pada waktu itu spec yang saya dapatkan adalah Pentium D 2.8 GHz, DDR2 256 MB, Audio dan Graphic tetap Onboard :p

Bagi saya pada saat itu adalah sebuah peralihan besar dari Pentium III 550 MHz ke Pentium D 2.8 GHz dan SD-RAM 64 MB ke DDR2 256 MB, benar-benar beda sensasi nya pada waktu itu (biasa, sifat katrok nya keluar :p). Tapi dasar manusia, sebentar saja RAM sebesar 256 MB benar-benar sesak rasanya -_-; akhirnya belakangan ganti jadi 2x512 MB :) Tentu saja tetap DDR2 :| Yah sampai sekarang spec komputer saya masi seperti itu...

Sebenarnya sejak ganti CPU dan menambah RAM secara keseluruhan saya puas dengan performa nya, walau terkadang sedikit lag tapi saya masi bisa tolerir (umum nya :p), yah palink tidak dia tidak mendapat "sentuhan-sentuhan" spesial yang berarti lagi dari saya :p

Tetapi sial nya daerah rumah saya serink mati listrik :-L dan saya tidak punya UPS! Mau beli UPS tidak di ijin kan terus -_-; Setiap saya mengangkat topik tentang UPS selalu dibandingkan dengan UPS komputer bank tempat orang tua saya bekerja belasan tahun lalu -_-; entah berapa itu harga dan ukuran UPS komputer bank -_-; Padahal saya selalu sudah bilank kalau UPS yang saya maksud berukuran kecil dan harga nya tidak sampai 1 juta [-(

Akibat nya kali ini harddisk saya serink jadi korban setiap kali mati listrik -_-; Setiap sekitar setahun sekali saya harus memformat harddisk untuk memperbaiki file yang terkena area bad sector :-L Terakhir kali mati listrik (nyala-mati listrik tepat nya, karena setelah listrik nyala sekitar 10 menit lalu mati lagi dan berulank-ulank beberapa kali :-L) saya sudah sangat emosi dan komputer ini pun menerima "sentuhan" spesial -_-; Padahal bukan salah dia :( Keesokan harinya tanpa minta ijin lagi saya langsung membeli sebuah UPS seharga 430 ribu :) Ukurannya kecil :) lebar 14 cm, tinggi 23 cm, dan panjang 37 cm :) dan karena ukurannya yang kecil itu lah saya tertipu, mengira berat nya enteng -_-; yah memank entang rasanya pada awal-awal, tetapi setelah ditenteng sejauh 3 KM rasanya benar-benar berat!!! Sampai di rumah saya baru melihat buku manual nya dan tertulis "Shipping weight (Kg): 7.5", yah memank tidak berat jika diangkut untuk jarak yang tidak terlalu jauh... tapi berjalan kaki sejauh 3 KM dengan menenteng benda 7.5 Kg rasanya gempor juga gw -_-; mana sejak kuliah gw ga pernah olah raga atau pun fitness lagi :D Tapi sesudahnya saya merasa tidak sia-sia membeli UPS tersebut >:) karena gelombang nyala-mati listrik masih terus terjadi :-L

Huff... kira-kira begitulah perjalanan hidup saya bersama komputer saya :) entah ada yang memperhatikan atau tidak, saya tidak menyebutkan bahwa saya pernah mengganti monitor/speaker/keyboard/mouse :D Yup, keempat benda tersebut masi saya gunakan sampai sekarang :D Monitor CRT 15" tersebut saya set resolusi 1152x864 >:) dan masih kuat :) untuk resolusi lebih tinggi mata saya yang tidak kuat membaca tulisan di layar :D Speaker, no comment :) yah bagi saya masi ok lah buat speaker standard dengan usia 9 tahun :D Keyboard, masih bisa beroperasi dengan normal :> bahkan saya suka dengan model tombol nya yang "menjulank" :D rasanya lebih enak dipencet daripada keyboard ceper model baru :p Mouse, sebenarnya saya sempat ganti mouse dengan mouse optic, tapi hanya sekitar 1 tahun saja mouse optic tersebut bertahan hidup, selanjut nya sudah tidak enak klik kiri-klik kanan nya :-L dan akhirnya saya pun kembali menggunakan mouse bola berusia 9 tahun tersebut -_-;

Entah sampai kapan saya masih akan menggunakan onderdil 9 tahun ini :) Mungkin 3 tahun lagi pun saya masih menggunakan nya, dan akan berkata, "Saya pasti satu-satu nya orang yang menggunakan monitor, speaker, keyboard, dan mouse berusia 12 tahun." :D

Saturday, June 20, 2009

A Bit Hyperbole

Cause everytime we chat, I get this feeling
And everytext you type I swear I could fly
Can't you feel my heart beat fast, I want this to last
Need you by my side
Cause everytime we chat, I feel this static
And everytext you type, I reach for the sky
Can't you hear my heart beat so
I can't let you go
Want you in my life

Modified from Cascada's Everytime We Touch

Monday, June 8, 2009

Code Artist

I'm a code artist, not a programmer.
I don't code for a living.
I don't live for coding.
I can't code on demand.
For me, to code is to create an art.
I'm a code artist, not a programmer.



Considering that an artist is not as expert as a programmer. Cause in different cultures, artist gets different levels in society. Even the word "programmer" may be insulting for some people[1].

I read a blog about Software Engineer vs. Code Artists; they placed an artist on higher level than a software engineer. So I guess it's just because of their different culture than mine (or vice versa, whatever).

At last, to hell with the comments about my grammar. I'm a code artist (or at least, I'm trying to be), I'm not a programmer, nor a linguist.

Saturday, January 3, 2009

Idle for: ever

Tanpa basa basi, untuk sementara blog ini dinyatakan dalam keadaan vakum dan tidak akan ada update sampai batas waktu yang belum ditentukan. Terima kasih.

Thursday, December 11, 2008

Happy Holidays!